Spring Bed atau Kasur Lateks ? Manakah yang terbaik ?

berpikir

Di era modern seperti sekarang, konsumen diberikan kemudahan untuk memilih kebutuhan mereka. Termasuk pada kategori ini adalah kebutuhan sehari-hari, seperti memilih menu makanan sehat dan memilih kebutuhan perabot untuk kenyamanan di rumah.

Dalam memilih perabot atau furniture, semuanya harus dipikirkan dengan matang, termasuk dalam memilih kasur untuk menemani Anda beristirahat di rumah. Terdapat banyak jenis kasur atau springbed yang dipasarkan, seperti kasur model busa , kasur model angin, spring bed, dan kasur model lateks. Namun, yang paling laris di pasaran yaitu kasur model springbed dan lateks..

Apa perbedaan keduanya dan bagaimana cara memilihnya? Melalui artikel ini, kami akan menjelaskan secara mendetail dua tipe kasur populer tersebut. Simak penjelasannya berikut ini!

KASUR SPRINGBED

Kasur spring bed atau coilspring, pertama kali diperkenalkan pada abad 19. Dimulai pada saat itu, kasur model springbed adalah jenis kasur springbed yang  paling terkenal sampai saat ini , dibuktikan dengan setiap produsen pasti memiliki produk spring bed, seperti springbed PERTALITE.  Kasur spring bed dibuat dalam tiga level lapisan yakni  boxing bases (bagian dasar), pe-gas, dan lapisan lapisan padding dengan gulungan-gulungan  logam sebagai penyangga-nya.

Gulungan logam ini digunakan untuk menambahkan lapisan tingkat lambungan kasur dan difungsikan sebagai penyangganya untuk pe-gas metal. Ketebalan padding dan ukuran dari gulungan metal sendiri berperan penting dalam kenyamanan sebuah kasur pada saat dipakai.

Kelebihan

  • Harga: mulai dari kualitas standar hingga rendah cenderung dibanderol dengan harga murah. Ada pula kasur spring bed yang relatif mahal. Namun, kualitas standar pun sudah cukup bagus untuk dijadikan pertimbangan untuk membeli.
  • Mudah dicari dan bervariasi:  karena termasuk salah satu tipe kasur yang menjadi favorit masyarakat, spring bed mudah dijumpai di toko-toko furnitur favorit Anda. Di sana pun terdapat banyak merek spring bed yang bisa disesuaikan dengan budget, seperti Springbed merek pertalite .
  • Diproduksi banyak produsen: hal ini membuat berbagai tingkatan kepadatan kasur mudah ditemui. Faktor ini sangat berpengaruh pada berat kasur. Walaupun berat kasur bervariasi berdasarkan merek, kasur spring bed cenderung ringan dan mudah dibawa.

Kekurangan

Namum di samping semua kelebihannya, kasur model spring bed merupakan jenis yang tidak tahan lama. Lapisan paling atas kasur model spring bed cenderung bisa rusak setelah beberapa tahun pemakaian tanpa perawatan yang tepat. Ini akan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat busa kasur mulai menurun dan Kamu dapat merasakan tekstur pe-gasnya.

Pada saat seseorang tidur, ia akan dikelilingi oleh gelombang radiasi dari pegas kasur (pada saat yang sama, bekerja sebagai antena yang memperkuat radiasi televisi). Namun jangan khawatir, ada cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari bahaya radiasi, yaitu dengan mengganti kasur dengan kasur non-metal atau mengubah posisi kasur menjauhi menara radio atau televisi.

Tips Membeli Spring Bed

Jika Kamu sudah memilih membeli kasur model  spring bed, alangkah baiknya  untuk memperhatikan tips-tips berikut ini :

Coba duduki kasurnya

Jika badan Anda tenggelam, berarti kasur tersebut memiliki lebih banyak busa atau cover dibandingkan pegas. Hal ini kurang baik untuk menopang tubuh Anda, apalagi jika Anda berencana menggunakannya dalam waktu lama.

Pukul-pukul ringan

Jika suara busa terdengar lebih jelas saat dipukul, itu berarti kasur tersebut menggunakan sedikit pegas. Namun, jika Kamu dapat mendengar bunyi atau terasa dentuman ringan dari pegas, itulah springbed yang baik.

Coba tanyalah jumlapegas

Untuk jenis ukuran  yang sama, harga sebuah springbed berbeda-beda. Semuanya bergantung dari total pegas yang ada pada spring bed itu sendiri, makin banyak total pegas makin baik kualitasnya. Total rata-rata pegas yang terdapat pada spring bed kualitas standar adalah 145 . Jadi, jangan terkecoh dengan harga murah.

Tanyalah daya tahan spring bed yang akan kamu beli

Spring bed kualitas normal rata-rata dapat bertahan selama 10-15 tahun.

Perhatikan layanan purna jual atau after sales

Tanyakan mengenai layanan purna jual merek yang menarik minat Anda sebelum membeli. Beberapa merek menyediakan layanan perbaikan dan perawatan, seperti penggantian dan perbaikan kain pelapis. Pada saat penggantian, tentu saja bagian lain seperti pegas dan busa ikut diperhatikan.

 

KASUR LATEKS

kasur lateks
img src : pinterest.com

Lateks adalah produk alami yang terbuat dari getah pohon karet. Getah yang sudah dikumpulkan kemudian akan diproses menjadi balok-balok kasur yang, secara alami, menghasilkan lambungan tanpa membutuhkan pegas atau gulungan logam. Jika Kamu memilih membeli kasur lateks, kami menyarankan untuk memilih kasur  model lateks alami. Mengapa?

Kelebihan

  • Kasur lateks alami memiliki konstruksi yang baik – tipe kasur lateks alami memiliki tipe sel terbuka untuk memudahkan pergantian udara. Biasanya, kasur lateks juga dibuat dengan pinhole alami yang membantu memaksimalkan aliran udara. Itulah mengapa kasur lateks sangat baik untuk digunakan di negara-negara beriklim hangat.
  • Anti-jamur dan tungau– Material kasur lateks secara alami sangat resistan terhadap tungau dan jamur. Terlebih, kasur lateks tidak memerlukan bahan kimia untuk melakukan semua itu.
  • Ketahanan – berbanding terbalik dengan spring bed, kasur lateks mempunyai tingkat keawetan yang tinggi dibanding teman-temannya. Kasur tipe ini pun tidak terpengaruh dengan gerakan, sehingga disarankan bagi orang-orang yang mudah terbangun (light sleeper).
  • Membantu membentuk postur tubuh dan meredakan nyeri punggung – kasur lateks dapat membantu penggunanya meluruskan tulang belakang. Terlebih lagi, kasur ini sangat dianjurkan bagi pengguna yang memiliki masalah sakit punggung, termasuk di leher, pundak, dan pinggul.

Kekurangan

  • Berat – bobot kasur lateks jauh lebih berat dibanding kasur spring bed, hal ini bisa menjadi ketidaknyamanan bagi pengguna yang memilih bobot kasur ringan.
  • Mahal – Harga yang dibanderol untuk kasur lateks cenderung mahal karena proses produksinya yang cukup sulit. Secara kualitas, tipe kasur lateks memang lebih baik dibanding spring bed.

Tips Membeli Kasur Lateks

Pilihlah kasur model lateks alami 

Harga yang dibanderol mahal untuk kasur lateks jenis  alami seringkali sebanding dengan kualitas dan daya tahan. Lateks alami mempunyai tingkat daya mengapung yang tinggi dan sangat elastis. Kalau bisa hindari kasur yang terbuat dari bahan lateks atau lateks sintetis..

Perhatikan ulasan konsumen

Ulasan konsumen merupakan hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kasur jenis apapun. Anda dapat menjelajahi Internet atau bertanya pada teman mengenai kualitas kasur dari merek yang menarik minat Anda. Jangan mudah tertipu oleh ulasan-ulasan sponsor atau ulasan pihak ketiga. Temukan minimal 10 ulasan nyata mengenai kasur yang ingin Anda beli.

Pastikan dealer Anda menyediakan garansi produk

Anda harus pintar-pintar memilih dealer yang tepat. Pilih perusahaan yang memberikan garansi dan ketentuan refund yang mudah, bahkan menyediakan trial period. Pastikan mereka mempunyai layanan konsumen dan layanan after sales yang baik. Hal ini dapat memudahkan Anda dalam mengembalikan barang jika dirasa tidak cocok.

Harga

Di PERTALITE , kami menawarkan harga kasur terbaik untuk kebutuhan rumah Anda. Walaupun biaya kasur tipe lateks  lebih mahal dari kasur spring bed, Anda dapat menemukan kasur lateks kualitas terbaik mulai dari Rp4,5 juta saja. Dan untuk kasur spring bed, Kamu hanya cukup menyiapkan biaya/uang  mulai dari Rp1,3 juta.

Kesimpulan

Kasur model springbed tepat bagi Kamu yang memprioritaskan biaya  rendah dan tidak terlalu mempedulikan kualitas menyeluruh karena harganya cenderung murah dan pilihannya pun bervariasi.

Namun, di pertalitespringbed.com , Anda dapat memilih berbagai varian springbed berkualitas yang murah . Anda juga dapat menanyakan produk springbed yang mereka tawari melalui kontak yang sudah disediakan. Selamat memilih , Sahabat Pertalite !!

 

 

 

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter